Tanda Ijin Masuk Kendaraan [Stiker]

Stiker merupakan tanda izin masuk area terbatas bandar udara bagi kendaraan yang beroperasional di dalam bandar udara. Dengan terpasangnya stiker pada kendaraan berarti kendaraan tersebut telah memenuhi syarat untuk dipakai sebagai kendaraan operasional kerja di dalam bandar udara, khususnya wilayah apron.

Stiker Platform
Daerah operasi bagi Peralatan Penunjang Pelayanan Darat Pesawat Udara (GSE) yang memakai STIKER warna merah betuliskan PLATFORM meliputi : Apron, Gate, Service Road, Taxi Way dan Runway. Seluruh Peralatan Penunjang Pelayanan Darat Pesawat Udara (GSE) menggunakan STIKER platform kecuali Apron Passanger Bus.

Stiker NPA (Non Public Area) Daerah operasi bagi kendaraan operasional yang memakai STIKER warna merah bertuliskan NPA (Non Public Area) meliputi : Service Road, Gate, dan Acces Road. Jenis peralatan penunjang pelayanan darat pesawat udara (GSE) yang memiliki STIKER NPA : Apron Passanger Bus (APB)

Stiker RPA (Restricted Public Area) Daerah operasi bagi kendaraan operasional yang memakai STIKER warna kuning bertuliskan RPA (Restricted Public Area) meliputi : Area Cargo ( domestik dan internasional)

Ketentuan STIKER Peralatan Penunjang Pelayanan Darat Pesawat Udara (GSE) yang beroperasi dan STIKER Kendaraan Operasional
Setiap Peralatan Penunjang Pelayanan Darat Pesawat Udara (GSE) bermesin dan kendaraan 0perasional yang memasuki atau berada dilingkungan daerah bukan umum (NPA) wajib memiliki STIKER Peralatan/Kendaraan yang telah mendapat persetujuan dari Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV.

Untuk memiliki STIKER Peralatan/Kendaraan sebagaimana dimaksud di atas setiap pemilik Peralatan/Kendaraan mengajukan permohonan secara tertulis kepada Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV.

STIKER Peralatan/Kendaraan wajib ditempel pada kaca depan dan belakang sebelah kiri atau pada tempat yang mudah dilihat sesuai ketentuan yang berlaku (bila kendaraan tidak berkaca) untuk memudahkan pengawasan selama berada di Bandar Udara

Prosedur Penerbitan Stiker Peralatan/ Kendaraan
Persyaratan STIKER

Mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV secara tertulis sebagaimana contoh pada Lampiran 1 yang menerangkan tugas atau fungsi kendaraan yang diusulkan dengan melampirkan :
1) Foto copy KTP/Paspor/KITAS Penanggung Jawab Kendaraan.
2) Surat Keterangan Penguasaan Kendaraan sebagaimana pada contoh lampiran 3
3) Foto copy STNK dan pajak kendaraan yang masih berlaku
4) Foto copy bukti kepemilikan kendaraan atau surat kontrak perjanjian sewa kendaraan yang masih berlaku
5) Foto copy Sertifikasi peralatan penunjang pelayanan darat pesawat udara (GSE)
6) Mengisi formulir permohonan STIKER peralatan/kendaraan
7) Hasil Uji Laik peralatan/kendaraan untuk STIKER Platform dan NPA dari Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV
8) Untuk bandar udara yang dioperasikan oleh PT. Angkasa Pura I(Persero), Pemohon Kendaraan baru wajib menyertakan surat rekomendasi dari PT. Angkasa Pura I(Persero).
selengkapnya...

Tanda Ijin Mengemudi [TIM]

Tanda Izin Mengemudi (TIM) adalah tanda bukti kecakapan pengemudi yang mengemudikan kendaraan di sisi udara sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Jadi dengan memiliki TIM, maka seseorang dinyatakan layak untuk mengemudikan/ mengoperasikan kendaraan/ peralatan GSE yang beroperasional di dalam bandar udara.


GOLONGAN TANDA IZIN MENGEMUDI (TIM)

1. GOLONGAN A, untuk mengemudikan mobil penumpang, mobil bus, mobil barang dan traktor yang mempunyai jumlah berat yang diperbolehkan tidak lebih dari 3.500 kilogram.

2. GOLONGAN B, untuk mengemudikan mobil penumpang, mobil bus, mobil barang dan traktor atau kendaraan bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan yang mempunyai jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kilogram.

3. GOLONGAN C, untuk mengemudikan kendaraan roda 2 (dua).


KETENTUAN TANDA IZIN MENGEMUDI (TIM)
Setiap orang yang mengemudikan kendaraan di daerah pergerakan harus memiliki Tanda Izin Mengemudi yang sah dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


MASA BERLAKU TIM
Tanda Izin Mengemudi berlaku maksimal selama 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang sebelum masa berlakunya habis.Tanda Ijin Mengemudi juga dapat diterbitkan untuk kegiatan tertentu dengan masa berlaku menyesuaikan dengan kontrak yang ada dan tidak melebihi periode 2 (dua) tahun.


PERSYARATAN DAN PROSEDUR

Persyaratan Pemohon Baru Tanda Izin Mengemudi
Tanda Izin Mengemudi Baru diberikan kepada Instansi/Perusahaan yang mempekerjakan personil yang akan bertugas sebagai pengemudi kendaraan r di daerah pergerakan, dengan persyaratan sebagai berikut :
a. Pegawai tetap atau kontrak minimal 2 (dua) tahun dari Instansi/Perusahan pemohon;
b. Diajukan oleh Instansi/Perusahaan pemohon melalui surat permohonan yang ditanda tangani oleh pimpinan perusahaan atau pejabat yang ditunjuk, sebagaimana lampiran 1;
c. Mengisi formulir permohonan Tanda Izin Mengemudi (TIM) di sisi udara, sebagaimana contoh lampiran 2;
d. Memiliki pengetahuan yang cukup mengenai peraturan dan tata tertib bandar udara.
e. Memiliki sertifikat kecakapan yang sesuai dengan Tanda Izin Mengemudi yang dimohon, khusus untuk operator penunjang peralatan pelayanan darat pesawat udara (Ground Support Equipment/GSE).
f. Memiliki Surat Izin Mengemudi dari kepolisian yang masih berlaku dan sesuai dengan golongan Tanda Izin Mengemudi yang dimohon;
g. Sehat jasmani dan rohani serta tidak buta warna
h. Mengikuti penyuluhan dan lulus evaluasi teori dan praktek.
i. Telah memiliki Tanda Izin Mengemudi sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan golongan A bagi pemohon golongan B kecuali mempunyai Surat Tanda Kecakapan Personil (STKP) yang sesuai peruntukannya.
j. Untuk mendapatkan Tanda Izin Mengemudi pemohon baru wajib mengikuti penyuluhan dan lulus evaluasi teori dan praktek yang diselenggarakan oleh Tim Pelaksana Penyuluhan dan Evaluasi.

Persyaratan Pemohon Perpanjangan Tanda Izin Mengemudi
ersyaratan pemohon perpanjangan Tanda Ijin Mengemudi (TIM) sebagai berikut :
a. Pegawai tetap atau kontrak minimal 2 (dua) tahun dari Instansi/Perusahan pemohon;
b. Diajukan oleh Instansi/Perusahaan pemohon melalui surat permohonan yang ditanda tangani oleh pimpinan perusahaan atau pejabat yang ditunjuk, sebagaimana lampiran 1;
c. Mengisi formulir permohonan Tanda Izin Mengemudi (TIM) di sisi udara, sebagaimana contoh lampiran 2;
d. Memiliki pengetahuan yang cukup mengenai peraturan dan tata tertib bandar udara.
e. Memiliki sertifikat kecakapan yang sesuai dengan Tanda Izin Mengemudi yang dimohon, khusus untuk operator penunjang peralatan pelayanan darat pesawat udara (Ground Support Equipment/GSE).
f. Memiliki Surat Izin Mengemudi dari kepolisian yang masih berlaku dan sesuai dengan golongan Tanda Izin Mengemudi yang dimohon;
g. Sehat jasmani dan rohani serta tidak buta warna.
h. Telah memiliki Tanda Izin Mengemudi sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan golongan A bagi pemohon golongan B kecuali mempunyai Surat Tanda Kecakapan Personil (STKP) yang sesuai peruntukannya.
i. Tanda Ijin Mengemudi dapat diperpanjang tanpa mengikuti penyuluhan dan evaluasi apabila masa habis berlakunya tidak lebih dari 1 (satu) bulan terhitung dari penyerahan berkas lengkap permohonan perpanjangan.
j. Bagi Pemohon Perpanjangan paling lambat 2 (dua) minggu harus menyerahkan berkas permohonan sebelum masa berlakunyanya TIM habis.

Prosedur

Mengajukan permohonan Kepada Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara secara tertulis dengan melampirkan :
a. Mengisi formulir permohonan Tanda Izin Mengemudi sebagaimana contoh pada lampiran 2
b. Foto copy Pas bandar udara tahunan yang masih berlaku.
c. Surat keterangan sehat jasmani dan rohani serta tidak buta warna dari Dokter Pemerintah Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Bandara
d. Foto copy sertifikat kecakapan yang sesuai dengan Tanda Izin Mengemudi yang dimohon, khusus untuk operator penunjang peralatan pelayanan darat pesawat udara (Ground Support Equipment/GSE).
e. Foto copy Surat Izin Mengemudi (SIM) dari kepolisian yang masih berlaku dan sesuai dengan golongan Tanda Izin Mengemudi yang dimohon.
f. Pas photo terbaru dan berwarna, dengan latar belakang merah serta berukuran 2 x 3 Cm sebanyak 3 (tiga) lembar.
g. Surat permohonan, formulir permohonan beserta lampiran persyaratan yang telah diisi diperiksa kelengkapannya oleh Tim Pelaksana Penyuluhan dan Evaluasi, selanjutnya dicatat dalam pembukuan. Berkas yang tidak lengkap langsung ditolak sedangkan berkas yang telah memenuhi syarat diproses lebih lanjut.
h. Pemohon baru yang sudah memenuhi persyaratan kelengkapan administrasi wajib mengikuti penyuluhan dan evaluasi oleh Tim Pelaksana Penyuluhan dan Evaluasi yang meliputi tata tertib bandar udara, pengenalan bandar udara .
i. Nilai terendah lulus evaluasi adalah 75, bagi peserta yang belum lulus evaluasi, dapat melaksanakan evaluasi perbaikan tanpa mengajukan permohonan baru dan hanya dilaksanakan 1 (satu) kali.
j. Persetujuan permohonan Tanda Izin Mengemudi Baru sesuai dengan golongan yang dimohon selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja sejak yang bersangkutan dinyatakan lulus evaluasi teori dan praktek.
k. Dalam jangka waktu selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja sejak berkas permohonan perpanjangan diterima secara lengkapi, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara menyetujui Tanda Izin Mengemudi atau menolak.
l. Apabila Tanda Izin Mengemudi telah habis masa berlakunya lebih dari 1 (satu) bulan, pemegang Tanda Izin Mengemudi wajib mengikuti penyuluhan dan evaluasi.
m. Tanda Ijin Mengemudi dapat diterbitkan setelah pemohon menyelesaikan kewajiban.
n. Permohonan untuk mendapatkan Tanda Izin Mengemudi baru, ditolak apabila tidak memenuhi persyaratan.


TIM HILANG / RUSAK
Apabila TIM hilang / rusak segera melaporkan kepada Kantor Otoritas Bandar Udara dengan melampirkan surat kehilangan dari KP3U atau Kepolisian setempat dan Dinas sisi udara Bandara PT (persero) Angkasa Pura I Bandar Udara Ngurah Rai serta surat pengantar permohonan penggantian TIM dari pimpinan perusahaan/instansi tempat bekerja.


KEWAJIBAN PEMEGANG TANDA IZIN MENGEMUDI
1. Harus selalu dibawa dan dipakai selama mengemudikan kendaraan di daerah pergerakan/sisi udara.
2. Mematuhi ketentuan tata tertib di bandar udara sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
3. Kehilangan TIM wajib melaporkan kepada Kantor Otoritas Bandar Udara Ngurah Rai paling lambat 2 X 24 Jam.

JANGAN SEMBARANGAN BERKENDARA DI AREA BANDARA !
selengkapnya...

Tanda Ijin Masuk Orang [PAS]

Tanda ijin masuk ke daerah terbatas yang selanjutnya disebut pas adalah tanda ijin terhadap orang untuk dapat masuk ke daerah terbatas di bandar udara.

Persyaratan Pas
Persyaratan yang wajib dipenuhi untuk memperoleh pas bandara diantaranya:
1. Pas diberikan kepada orang yang melakukan kegiatan atau mempunyai kepentingan di bidang penerbangan di daerah terbatas di bandar udara.

2. Pas diberikan kepada orang yang berdasarkan area wilayah kerja atau kegiatannya di bandar udara.

3. Berdasarkan pertimbangan kepala kantor administrator bandar udara bahwa orang tersebut layak untuk diberikan pas.

4. Dinyatakan lulus screening/ wawancara dengan materi yang telah ditentukan.

Prosedur Pembuatan Pas
1. Mengajukan permohonan pas kepada Kepala Kantor Administrator Bandara secara tertulis yang ditandatangani oleh pejabat yang diberi otorisasi penandatangan permohonan pas dari instansi/ perusahaan.

2. Surat permohonan, formulir permohonan beserta lampiran peserta yang telah diisi diperiksa kelengkapannya oleh petugas pelayanan umum.

3. Berkas permohonan selanjutnya diserahkan kepada tim pelaksana pengurusan pas untuk diteliti keabsahan surat-surat serta jangka waktu masa berlakunya dan dicatat dalam pembukuan.

4. Petugas team screening melakukan wawancara terhadap setiap calon pemegang pas bandara

5. Permohonan yang telah dinyatakan memenuhi persyaratan sesuai klasifikasi area di bandar udara melalui wawancara/ screening selanjutnya diserahkan kepada Kepala Satuan Tugas Pelayanan Umum untuk mendapatkan verifikasi dan berkas ditandatangani oleh ketua/ wakil ketua team screening, selanjutnya diserahkan kepada bagian tata usaha untuk memperoleh persetujuan.

6. Permohonan yang telah mendapatkan persetujuan Kepala Bagian Tata Usaha selanjutnya dimohonkan persetujuan Kepala Administrator Bandar Udara Ngurah Rai.

7. Permohonan yang telah mendapatkan persetujuan Kepala Administrator Bandar Udara Ngurah Rai diserahkan kembali kepada team pelaksana pengurusan pas untuk dimasukkan ke entry data, dan dicatat dalam pembukuan untuk diberikan penomoran.

8. Petugas pencatat permohonan pas (entry data) menyerahkan permohonan pas yang telah disetujui kepada petugas pelayanan umum yang selanjutnya diserahkan kepada pemohon.

9. Pemohon menyerahkan hasil persetujuan permohonan pas ke petugas penerbitan pas untuk proses pembayaran dan pencetakan pas (foto).

10. Permohonan pas dapat ditolak apabila tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

11. Jangka waktu proses permohonan pas diharapkan paling lama 5 (lima) hari kerja setelah persyaratannya terpenuhi sesuai ketentuan dinyatakan keabsahannya oleh team pengurusan pas sesuai ketentuan.

12. Pas bandara yang lama harus dikembalikan saat mengambil pas bandara yang baru.

13. Pemohon pas yang pindah perusahaan harus melampirkan surat keterangan pindah dari perusahaan sebelumnya.

" JANGAN PERNAH COBA- COBA MENYALAHGUNAKAN ATAU MEMALSUKAN PAS BANDARA "



selengkapnya...

Administrator Bandara Ngurah Rai- Bali berganti nama Otoritas Bandar Udara Wilayah IV

SESUAI PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR: PM 41 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KANTOR OTORITAS BANDAR UDARA MAKA KINI KANTOR ADMINISTRATOR BANDAR UDARA NGURAH RAI TELAH BERUBAH MENJADI KANTOR OTORITAS BANDAR UDARA.

Kantor Otoritas Bandar Udara merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan melalui Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

Kewenangan terkait ketentuan mengenai kedudukan dan hubungan pertanggungjawaban Kantor Otoritas Bandar Udara dalam pelaksanaannya dilimpahkan kepada Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

Kantor Otoritas Bandar Udara dipimpin oleh seorang Kepala.

Kantor Otoritas Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan pengaturan, pengendalian, dan pengawasan kegiatan penerbangan di bandar udara.

Kantor otoritas bandar udara menyelenggarakan fungsi:
1.Pelaksanaan pengaturan, pengendalian, dan pengawasan terhadap keselamatan, keamanan, kelancaran, serta kenyamanan penerbangan di bandar udara.

2.Pelaksanaan koordinasi kegiatan pemerintahan di Bandar udara.

3.Pelaksanaan pengaturan, pengendalian dan pengawasan dibidang fasilitas, pelayanan dan pengoperasian bandar udara.

4.Pelaksanaan pengaturan, pengendalian, dan pengawasan penggunaan lahan daratan dan/atau perairan bandar udara sesuai dengan rencana induk bandar udara.

5.Pelaksanaan pengaturan, pengendalian, dan pengawasan penggunaan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) dan Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) serta Daerah Lingkungan Kepentingan Bandar Udara (DLKP).

6.pelaksanaan pengaturan, pengendalian, dan pengawasan pelaksanaan standar kinerja operasional pelayanan Bandar udara, angkutan udara, keamanan penerbangan, pesawat udara dan navigasi penerbangan.

7.Pelaksanaan pengaturan, pengendalian, dan pengawasan pelaksanaan pelestarian lingkungan bandar udara.

8.Pelaksanaan pengaturan, pengendalian, dan pengawasan dibidang angkutan udara, kelaikudaraan dan pengoperasian pesawat udara di bandar udara, pelaksanaan ketentuan mengenai organisasi perawatan pesawat udara, serta sertifikat kompetensi dan lisensi personel pengoperasian pesawat udara.

9.Pemberian sertifikat kelaikudaraan standar lanjutan (continous airworthiness certificate) untuk pesawat udara bukan kategori transport (non transport category) atau bukan niaga (non commercia).


10.Pelaksanaan pengaturan, pengendalian dan pengawasan dibidang keamanan penerbangan dan pelayanan darurat di bandar udara.

11.Pelaksanaan urusan administrasi dan kerumahtanggaan Kantor Otoritas Bandar Udara.



Kantor Otoritas Bandar Udara diklasifikasikan ke dalam 3 (tiga) kelas :
a.Kantor Otoritas Bandar Udara Kelas Utama

b.Kantor Otoritas Bandar Udara Kelas I

c.Kantor Otoritas Bandar Udara Kelas II


Susunan organisasi
1.Bagian Tata Usaha

2.Bidang Pelayanan dan Pengoperasian Bandar Udara

3.Bidang Angkutan Udara dan Kelaikudaraan

4.Bidang Keamanan Penerbangan dan Pelayanan Darurat

5.Kelompok Inspektur Penerbangan

6.Kelompok Jabatan Fungsional


Bagian tata usaha mempunyai tugas:
Melaksanakan urusan administrasi dan kerumahtanggaan Kantor Otoritas Bandar Udara.

Bidang pelayanan dan pengoperasian bandar udara mempunyai tugas:
Melaksanakan penyiapan pengaturan, pengendalian dan pengawasan di bidang fasilitas dan peralatan bandar udara, pelayanan dan pengoperasian bandar udara, pengendalian dan pengawasan penggunaan lahan daratan dan/atau perairan Bandar udara sesuai dengan rencana induk bandar udara, penggunaan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), Daerah Lingkungan Kerja (DLKr), Daerah Lingkungan Kepentingan Bandar Udara (DLKP), pelestarian lingkungan bandar udara, fasilitas dan peralatan navigasi penerbangan, pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan standar kinerja operasional pelayanan, dan pengoperasian bandar udara serta sertifikat kompetensi dan lisensi personel bandar udara dan navigasi penerbangan.

Bidang pelayanan dan pengoperasian bandar udara terdiri atas:
Seksi Fasilitas dan Pelayanan Bandar Udara mempunyai tugas:
Melakukan penyiapan bahan pengaturan fasilitas, peralatan dan pelayanan bandar udara serta penyiapan bahan pengawasan dan pengendalian peralatan dan fasilitas bandar udara serta navigasi penerbangan, tarif jasa kebandarudaraan serta jasa terkait bandar udara serta pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan standar kinerja operasional fasilitas, peralatan dan pelayanan bandar udara dan navigasi penerbangan.

Seksi Pengoperasian Bandar Udara mempunyai tugas:
Melakukan penyiapan bahan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan rencana induk bandar udara, pelestarian lingkungan, sertifikat kompetensi dan lisensi personel bandar udara dan navigasi penerbangan.

Bidang Angkutan Udara dan Kelaikudaraan mempunyai tugas:
Melaksanakan penyiapan pengaturan, pengendalian dan pengawasan kegiatan angkutan udara, serta penyiapan pengawasan kelaikudaraan dan pengoperasian pesawat udara, pelaksanaan ketentuan mengenai organisasi perawatan pesawat udara, sertifikat kompetensi dan lisensi personel pengoperasian pesawat udara, pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP), standar kinerja operasional pelayanan
kegiatan angkutan udara dan pengoperasian pesawat udara, pemberian sertifikat kelaikudaraan standar lanjutan (continous airworthiness certificate) untuk pcsawat udara bukan kategori transport (non transport category) atau bukan niaga (noncommercial) serta pelaksanaan dan koordinasi fasilitasi kegiatan penerbangan internasional (Facilitation/FAL).

Bidang angkutan udara dan kelaikudaraan terdiri atas:
Seksi Angkutan Udara mempunyai tugas:
Melakukan penyiapan bahan pengaturan, pengendalian dan pengawasan angkutan udara dan kegiatan usaha penunjang angkutan udara, penyiapan bahan pengendalian dan pengawasan tarif jasa angkutan udara dan penunjang angkutan udara, pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan standar kinerja operasional pclayanan kegiatan angkutan udara serta pelaksanaan dan koordinasi fasilitasi kegiatan penerbangan internasional (Facilitation/FAL)

Seksi Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara mempunyai tugas:
Melakukan penyiapan bahan pengawasan kelaikudaraan dan pengoperasian pesawat udara, pelaksanaan
ketentuan mengenai organisasi perawatan pesawat udara, sertifikat kompetensi dan lisensi personel pengoperasian pesawat udara, pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP), standar kinerja operasional pelayanan pengoperasian pesawat udara serta pemberian sertifikat kelaikudaraan standar
lanjutan (continous airworthiness certificate) untuk pesawat udara bukan kategori transport (non transport category) atau bukan niaga (non commercial).



Bidang Keamanan Penerbangan dan Pelayanan Darurat mempunyai tugas:
Melaksanakan penyiapan pengaturan fasilitas dan peralatan keamanan penerbangan, penanganan pengangkutan barang berbahaya dan pelayanan darurat, penyiapan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan standar kinerja operasional pelayanan keamanan penerbangan, penanganan pengangkutan barang berbahaya dan pelayanan darurat, sertifikat kompetensi dan lisensi personel keamanan penerbangan, penanganan pengangkutan barang berbahaya dan pelayanan darurat.

Bidang keamanan penerbangan dan pelayanan darurat terdiri atas:
Seksi Keamanan Penerbangan mempunyai tugas:
Melakukan penyiapan bahan pengaturan, pengendalian dan pengawasan fasilitas dan peralatan keamanan penerbangan, kegiatan usaha jasa penanganan pengangkutan barang berbahaya (Regulated Agent), penyiapan bahan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan penerbangan, penanganan pengangkutan barang berbahaya dan standar kinerja operasional keamanan penerbangan, sertifikat kompetensi dan lisensi personil, keamanan penerbangan, penanganan pengangkutan barang berbahaya serta pengujian, penilaian dan pemeriksaan usulan izin serta pengawasan pergerakan orang dan kendaraan di daerah keamanan terbatas (Security Restricted Area / SRA) pada Bandar udara yang diusahakan dan menjadi tempat kedudukan Kantor Otoritas Bandar Udara.

Seksi Pelayanan Darurat mempunyai tugas:
Melakukan penyiapan bahan pengaturan, pengendalian dan pengawasan fasilitas dan peralatan pelayanan darurat, pengendalian dan pengawasan pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan standar kinerja operasional pelayanan pelayanan darurat, sertifikat kompetensi dan lisensi personil, PKP-PK serta
salvage.


Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas:
Melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing- masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Kelompok inspektur penerbangan mempunyai tugas:
Melakukan audit, inspeksi, pengamatan (surveillance), pemantauan (monitoring), survei dan pengujian (test) angkutan udara, bandar udara, navigasi pcncrbangan, kelaikan udara dan pengoperasian pesawat udara serta keamanan penerbangan.


Untuk mendapat info lebih jelas mengenai Kantor Otoritas Bandar Udara khususnya Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV ( Bali ), silakan berkunjung ke kantor kami.

Atau lewat telepon dinomor: (0361) 9351710 Fax: (0361)9355345
otoritasbandara4@ymail.com

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR: PM 41 TAHUN 2011


selengkapnya...

PEDULI KEAMANAN SEKITARMEMBUAT BANDARA KITA SELAMAT DAN AMAN