PAS Panitia APEC 2013

Guna mendukung kelancaran pelaksanaan KTT APEC 2013 pihak Otoritas Bandar Udara Wilayah IV telah menerbitkan PAS Panitia APEC 2013 sebagai tanda izin masuk ke area dalam Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Cara memperolah PAS tersebut adalah dengan cara mengajukan surat permohonan penerbitan PAS Panitia APEC yang ditujukan kepada Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV disertai lampiran daftar nama calon pemegang PAS, area dalam bandara yang ingin diakses dan rentang waktu pemakaian PAS.

Penting diinformasikan bahwa pada tanggal 5 s.d 9 Oktober 2013 PAS orang maupun kendaraan yang berlaku di area Apron, VIP I dan VIP II Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai adalah PAS khusus yang diterbitkan oleh 2 (dua) instansi, LANUD Ngurah Rai dan Otoritas Bandar Udara Wilayah IV.

PAS khusus bisa didapatkan dengan cara mengajukan permohonan kepada LANUD Ngurah Rai.

Dengan demikian kepada semua pihak yang akan melakukan kegiatan di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai terkait KTT APEC 2013 diharapkan mengajukan permohonan penerbitan PAS panitia APEC kepada 2 (dua) instansi, Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV dan LANUD Ngurah Rai.
selengkapnya...

Penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai - APEC 2013

Bandara I Gusti Ngurah Rai ditutup untuk penerbangan komersial terkait APEC CEO Summit 2013, pada tanggal:

a. Tanggal 6 Oktober 2013 pukul 10.00 - 20.00 WITA
b. Tanggal 8 Oktober 2013 pukul 13.00 - 20.00 WITA
c. Tanggal 9 Oktober 2013 pukul 07.00 - 14.00 WITA


CEO/ Business Secretary Council Supporting APEC CEO SUMMIT 2013 dapat beroperasi pada jam partial closed di atas. Batas waktu ground time, yaitu 45 menit untuk penerbangan Domestik dan 90 menit untuk penerbangan Internasional. Tidak diperbolehkan RON di Denpasar untuk semua penerbangan komersial dan CEO/ APEC Business Secretary Council selama pelaksanaan APEC CEO Summit 2013. selengkapnya...

Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2013

Seperti tahun sebelumnya telah menjadi agenda rutin dan wajib Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV dan beberapa unsur terkait bandara mengadakan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran. Beberapa unsur yang dimaksud adalah Kepolisian, TNI- AU, Dinas Karantina, Dinas Kesehatan dan Angkasa Pura.

Posko Angkutan Udara Lebaran diadakan selama kurang lebih 2 (dua) minggu.

Posko Angkutan Udara Natal dan Tahun Baru 2013 akan dilaksanakan seminggu sebelum dan setelah Hari Raya Idul Fitri dengan mengambil lokasi di seputar Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Tujuan diadakannya posko adalah untuk memastikan pelaksanaan Angkutan Udara Lebaran berjalan dengan aman, selamat, tertib dan lancar.

Khusus bagi Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV ada yang beda tahun ini dan tahun selanjutnya, karena yang semula bernama Kantor Administrator Bandara Ngurah Rai Bali sekarang berubah menjadi Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV. Dan sebagai konsekuensinya Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV kini mengkoordinir beberapa bandara sesuai wilayah kerjanya, termasuk dalam pelaksanaan Posko Angkutan Udara Lebaran. Beberapa bandara tersebut diantaranya:

1. Bandara Selaparang-Mataram
2. Bandara El Tari-Kupang
3. Bandara M. Shalahuddin-Bima
4. Bandara Umbu Mehang Kunda (Msu Hau) Waingapu-Sumba
5. Bandara Wai Oti-Maumere
6. Bandara Brang Biji-Sumbawa Besar
7. Bandara Lunyuk-Sumbawa
8. Bandara Waikabubak-Tambolaka
9. Bandara Komodo-Labuhan Bajo
10. Bandara Satar Tacik-Ruteng
11. Bandara Soa-Bajawa
12. Bandara Hasan Aboeroesman-Ende
13. Bandara Gewayantana-Larantuka
14. Bandara Wonopito-Lewoleba
15. Bandara Minia-Sabu
16. Bandara Haliwen-Atambua
17. Bandara Maskolen
18. Bandara Mali-Alor
19. Bandara David Constantia (Lekunik)-Rote
20. Bandara Tardamu-Sabu
21. Bandara Mbai-Flores

Bandara- bandara tersebut di atas akan menyampaikan laporan disertai data tentang pelaksanaan posko di bandaranya masing- masing. Oleh Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV data tersebut akan diolah untuk selanjutnya diteruskan ke Direktorat Angkutan Udara.


Untuk lebih jelasnya silakan hubungi:

POSKO MONITORING ANGKUTAN LEBARAN 2013
Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV – Bali
Jl. Juanda No. 1 Tuban – Badung
Telp. +62361 9351710/ +62361 8222177
Fax. +62361 9355345
Email: auku.wil4@yahoo.co.id


Download Format Laporan Monitoring Harian Posko Angkutan Udara Lebaran 2013

LAPORKAN DATA MONITORING POSKO ANGKUTAN UDARA LEBARAN 2013 SECARA ONLINE
selengkapnya...

Ini Penyebab Batavia Air Pailit

JAKARTA -- PT Metro Batavia mengakui kegagalan bisnis merupakan penyebab kepailitan perseroan. Manajemen Batavia Air sejak diputus pailit tidak lagi berwenang atas operasional perusahaan.

"Keputusan pailit ini bukan kehendak kami, melainkan karena kegagalan bisnis," ujar Juru Bicara Batavia Air Cahya Subrata dalam konferensi pers terkait putusan pailit Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Kamis (31/1) malam.

Sejak diputuskan pailit seluruh kuasa beralih kepada kurator. Selama berjalannya masa tugas kurator, seluruh jajaran direksi Batavia Air dan pegawai diliburkan.

Kurator Batavia Air, Andra Reinhard Pasaribu menyatakan seluruh pegawai saat ini sudah diliburkan sampai menemukan jalan keluar. Karyawan dipastikan masih menerima pembayaran gaji Bulan Januari.

Terkait pembayaran klaim, Andra menyatakan yang berhak untuk menerima pertama kali adalah kreditur istimewa. Yakni pajak dan buruh atau karyawan. Penumpang, katanya berada di kreditur kunkuren, yakni berada di kreditur terakhir.


Meski pun ia menekankan, pelanggan Batavia Air akan mendapat kepastian segera terkait tiket yang sudah dibeli. Kurator akan segera bekerja begitu surat putusan pailit diterima.

"Oleh karena itu kami meminta masyarakat menyimpan tiket yang telah dibeli sampai pengumuman selanjutnya," ujar Andra.

Ia berharap masyarakat sabar menunggu keputusan kurator terkait nasib Batavia Air selanjutnya. Ia juga menghimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan isu-isu yang beredar.

Sumber: Republika
Redaktur: Mansyur Faqih
Reporter: Friska Yolandha
Gambar: Merdeka[dot]com, Detik[dot]com
selengkapnya...

LPPNPI Tingkatkan Keselamatan Penerbangan

Jakarta – Menteri Perhubungan EE Mangindaan berharap, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) yang baru dibentuk, dapat meningkatkan keselamatan penerbangan.

"Ini lembaga baru dan menjadi orang pertama yang menjadi tonggak sejarah penerbangan Indonesia," ujar Mangindaan di gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (16/1/2013).

Menurutnya, LPPNPI sejalan dengan amanat PP Nomor 77 Tahun 2012. Dengan semakin meningkatnya penerbangan, maka LPPNPI memiliki peran penting dalam arus lalu lintas penerbangan dan dapat menciptakan keselamatan.

"Selama ini kan, navigasi dilakukan banyak instansi seperti AP (Angkasa Pura) 1, AP 2 dan lainnya. Sehingga dengan LPPNPI menjadi satu dan menjadi fokus," ucapnya.

Lebih lanjut Mangindaan mengatakan, setiap tahun selalu ada kenaikan jumlah penumpang dan jumlah penambahan rute pesawat. Pada 2011 penerbangan domestik sebanyak 220 rute, sedangkan 2012 bertambah menjadi 249 rute.

"Jumlah ini akan terus meningkat, melihat pertumbuhan ekonomi yang juga terus meningkat. Semoga lembaga ini bisa mengatasi masalah-masalah krusial di dunia penerbangan," tuturnya.

Direksi LPPNPI yang baru saja diangkat di antaranya, Ichwanul Idrus (Direktur Utama), Wisnu Darjono (Derektur Safety dan Standar), Saryono (Direktur Personalia dan umum), Fadli Soesilo (Direktur Teknik Navigasi Penerbangan), Sonath Halim Jusuf (Direktur Keuangan), Amram (Direktur Manajemen Lalu Lintas Penerbangan), New In Hartaty Manulang (Direktur Service Development dan IT)

Sumber: inilah[dot]com
selengkapnya...

Lion Air Bakal Terbangi Berau dengan Wings Air

Maskapai penerbangan grup Lion Air memastikan akan membuka rute penerbangan ke Kabupaten Berau. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Berau, Fahmi Rizani, Jumat (11/1/2012).

“Mereka (manajemen Lion Air) sudah menemui Bupati dan Wakil Bupati (kemarin) siang, mereka juga langsung meninjau bandara untuk melihat lokasinya,” ungkapnya.

Menurut Fahmi, Lion Air akan mengoperasikan pesawat anak usahanya, Wings Air dengan menggunakan pesawat ATR-72, bukan pesawat jet seperti yang diberitakan di media lokal.

Dikemukakan olehnya, dalam pertemuan antara Pemkab Berau dan manajemen Lion Air, pemkab meminta kepada Lion Air agar membuka rute lain melalui Kabupaten Berau. “Pak Bupati minta supaya Lion Air juga buka rute Tarakan-Berau,” imbuhnya.

Irlan Wahyudi, Area Manager Lion Air, Region V yang membawahi rute penerbangan Lion Air wilayah Kaltim dan Kalsel, membenarkan, pihaknya akan menggunakan pesawat ATR-72 untuk melayani rute penerbangan Balikpapan-Berau.

“Kita pakai pesawat jenis ATR-72 karena Bandara Kalimarau belum bisa didarati pesawat Boeing 737-800 NG, nanti kalau runway (landasan pacu) sudah memadai, baru kita ganti dengan pesawat 800 NG, supaya tingkat isian (penumpang dan bagasi) lebih banyak,” paparnya.

Kenapa tidak menggunakan pesawat Boeing 737 seri 300 agar bisa mendarat di Bandara Kalimarau? “Kita hanya punya pesawat Boeing seri 300 dua unit, sudah digunakan di daerah lain,” jawabnya.

Kunjungan manajemen Lion Air ke Kabupaten Berau, kata Wahyudi untuk meninjau kantor representatif di Bandara Kalimarau. “Sekarang kita sudah dapat tempat (kantor), tinggal mengurus administrasinya saja,” katanya lagi.

Menanggapi permintaan Pemkab Berau, untuk membuka rute penerbangan Tarakan-Berau, Wahyudi mengatakan akan mempertimbangkan permintaan tersebut. “Selain buka rute Tarakan-Berau, Bupati juga menyampaikan kepada kami agar membuka rute Kinabalu (Malaysia)-Berau,” imbuhnya.

Menurutnya, jika memang dinilai menguntungkan, pihaknya akan mengupayakan pembukaan jalur tersebut secepatnya.

Seperti diketahui, Lion Air saat ini tidak mengoperasikan pesawat jet Boeing 737-900 yang belum bisa mendarat di bandara tersebut, namun sebagai penghubungnya, maskapai tersebut biasanya menggunakan Wings Air unutk menerbangkan penumpang ke bnadara pengumpul (hub) yang lebih besar.

(tribunnews)
selengkapnya...

Mulai 1 September 2012 airport tax dihapus

Menteri BUMN Dahlan Iskan menyampaikan pungutan uang layanan penumpang (passanger services charge/PSC) atau lebih dikenal sebagai airport tax akan ditiadakan mulai 1 September 2012, yang akan dibebankan dalam tiket pesawat.

"Mulai 1 September 2012 airport tax diubah. Jadi, nanti satu dengan harga tiket," kata Dahlan saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, hari ini.

Menurutnya, penerapan ini akan dimulai oleh PT Garuda Indonesia sebab BUMN aviasi ini sudah memiliki sistem informasi teknologi yang terintegrasi dengan sistem bandara.

"Kalau sekarang, sistem airport tax-nya masih primitif sekali," ungkapnya.

Selain Garuda Indonesia, Dahlan menyerahkan sepenuhnya penerapan airport tax kepada masing-masing maskapai di Indonesia.

Dahlan mengungkapkan langkah ini sebagai awal menuju bandara tingkat internasional, sebab selama ini tidak ada keberanian untuk memasukkan bandara di Indonesia ke dalam sistem ranking internasional.

Artinya, bandara-bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I Persero dan Angkasa Pura II Persero tidak mengetahui peringkat bandara yang dikelolanya.

Direktur Utama AP I Tommy Soetomo menambahkan di Asia baru ada lima penerbangan yang tergolong bintang lima, yaitu Singapore Airlines, Qatar Airways, Cathay Pacific Hong Kong, dan Asiana Korea Selatan.

Tommy bersiap untuk mengintegrasikan sistem yang dimiliki bandara yang dikelola AP I dengan sistem Garuda Indonesia.


Penulis: Antara/ Ayyi Achmad Hidayah
selengkapnya...

PEDULI KEAMANAN SEKITARMEMBUAT BANDARA KITA SELAMAT DAN AMAN